Uncategorized

Sebelum Melakukan Pinjaman, Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

pinjaman

Pada umumnya pinjaman uang merupakan salah satu solusi untuk Anda yang sedang membutuhkan uang. Sebab, pinjaman online mempunyai karakter yang jauh berbeda dengan pinjaman yang Anda dapatkan dari kerabat. Oleh karena itu, sebelum melakukan pinjaman online, Anda harus memperhatikan beberapa hal-hal penting. 

Di zaman sekarang, pinjaman uang online mudah untuk didapatkan, cukup dari rumah saja Anda sudah bisa mendapatkan pinjaman uang. Aplikasi pinjaman online bisa Anda temukan dengan mudah di Play Store dan App Store. Supaya Anda tidak terjebak dalam lubang jebakan pinjaman online, maka Anda harus simak tips berikut ini. 

  • Lembaga pinjaman memiliki izin 

Untuk terhindari dari pinjaman ilegal, tentu saja Anda harus memilih lembaga atau perusahaan pinjaman online yang sudah memiliki izin dan terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini dilakukan juga supaya Anda tidak dirugikan oleh pinjaman online tersebut. 

Dalam hal tersebut, OJK memiliki keamanan ketat agar dapat melakukan pengawasan untuk kasus pinjaman online ilegal. Untuk itu, jangan lakukan pengajuan pinjaman jika lembaga atau perusahaan yang dipilih tidak terdaftar resmi di OJK. 

Saat ini, jika Anda ingin mengajukan pinjaman secara online, Anda bisa mengecek lembaga atau perusahaan yang dimaksud sudah memiliki izin atau tidak dengan cara mengunjungi website resmi dari OJK yaitu ojk.go.id. 

  • Ketahui syarat mengajukan pinjaman 

Apabila Anda melakukan pinjaman di Bank, mungkin saja pernah mendengar jika Bank memiliki persyaratan yang cukup rumit. Tetapi beberapa orang diantaranya mengatakan jika pinjaman Bank menjadi pinjaman yang sangat amat daripada lembaga penyedia pinjaman online. 

Oleh karena itu, Anda membutuhkan sejumlah hal yang harus dipersiapkan lebih dulu untuk melakukan pengajuan pinjaman dengan benar supaya permintaan Anda bisa diterima oleh Bank. Sebelum Anda memenuhi persyaratan tersebut, terlebih dahulu Anda harus menentukan jumlah uang yang ingin dipinjam supaya dapat disesuaikan dengan jenis pinjaman yang dipilih. 

  • Tentukan jumlah pinjaman 

Tidak hanya di beberapa lembaga penyedia pinjaman uang, Bank juga mempunyai berbagai produk pinjaman, umumnya mereka mempunyai sejumlah jenis produk yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Dari produk kredit tersebut, ada berbagai nominal yang bisa dipinjamkan. 

Hal ini yang menjadikan para calon nasabah wajib untuk menentukan jumlah pinjaman yang ingin diajukan terlebih dahulu. Biasanya jika nominalnya lebih dari Rp 200 juta, maka aturan kredit dan juga persyaratan yang diberikan akan berbeda dengan calon nasabah yang hanya meminjam uang Rp 5 juta. 

Oleh sebab itu, tentukan lebih dulu jumlah pinjaman yang akan diajukan sesuai dengan kebutuhan Anda dan tidak lupa untuk melihat bunga yang diberikan Bank maupun lembaga keuangan, jangan sampai bunga ini memberatkan Anda nantinya. 

  • Tentukan jenis pinjaman 

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa pada setiap lembaga keuangan atau Bank mempunyai banyak produk pinjaman. Untuk itu, pastikan Anda memiliki jenis pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam menentukan hal ini, ada baiknya Anda menghitung kembali kebutuhan apa saja yang harus dibayarkan oleh uang pinjaman ini. 

Hal tersebut dilakukan agar uang pinjaman Anda tidak pergunakan dengan sia-sia, sehingga uang pinjaman bisa digunakan dengan benar. 

  • Dapatkan informasi dengan jelas 

Sebagai nasabah Anda harus tahu tentang hal sebagai konsumen pada lembaga penyedia pinjaman uang. Mendapatkan informasi sejelas-jelasnya juga termasuk dalam hak yang harus Anda dapatkan. Oleh sebab itu, ketika hendak mengajukan pinjaman jangan lupa untuk ketahui suku bunga yang akan diberikan dan tanyakan hal-hal yang tidak Anda pahami sehingga memperoleh informasi yang benar. 

Selain itu, jangan sampai lewatkan untuk bertanya tentang hitungan pada bunganya nantinya, Anda sebagai konsumen pun mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan keamanan untuk data-data yang Anda miliki. Bila Anda mengalami kendala, tidak perlu malu untuk berkonsultasi dengan lembaga keuangan yang bersangkutan bila ditemui adanya masalah pada produk pinjaman yang telah diajukan melalui Bank atau lembaga tersebut. 

  • Ingat kewajiban 

Nah, jika Anda merasa cukup jelas tentang pinjaman Bank atau lembaga keuangan, jangan sampai lupa dengan kewajiban Anda sebagai nasabah yakni mengikuti semua petunjuk informasi dan aturan dari pemakaian pinjaman tersebut. Anda juga harus mengangsur pinjaman yang sudah disepakati di awal secara rutin dan tidak menunggak. 

Ketika Anda pandai untuk mengelola keuangan dan saat menggunakan pinjaman sesuai dengan kebutuhan Anda, maka pinjaman menjadi salah satu cara ampuh untuk Anda memperbaiki masalah dalam keuangan. 

Nah, demikianlah ulasan mengenai hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan pinjaman. Jangan lupa untuk mengajukan pinjaman di Bank atau lembaga yang telah terdaftar resmi dalam OJK agar proses transaksi yang Anda lakukan terjamin dan aman, contohnya seperti Tunaiku dari Amar Bank.

Apa Bedanya Deposito dan Tabungan

deposito

Baik deposito atau tabungan keduanya merupakan sebuah produk yang disediakan oleh bank. Walaupun demikian, terdapat perbedaan fundamental antara keduanya, dimana tabungan merupakan simpanan dana yang dapat diambil kapanpun. Sementara deposito adalah salah satu aktivitas investasi yang bisa diambil untuk jangka waktu yang tersedia.

Selain perbedaan mendasar tersebut, deposito dan tabungan juga mempunyai beberapa perbedaan yang lebih detail. Nah, berikut beberapa perbedaan antara tabungan dan juga deposito.

1. Bunga Deposito Jauh Lebih Tinggi Ketimbang Tabungan

Menjadi pembeda antara keduanya yaitu besaran suku bunga yang ada. Kelebihan dari memiliki deposito yaitu memperoleh suku bunga jauh lebih besar daripada menaruh uang dana ke sebuah rekening tabungan.

Pada tahun 2020, suku bunga untuk deposito sekitar antara 3% sampai 5% per tahunnya, sedangkan suku bunga untuk simpanan tabungan berkisar antara 0.0% sampai 1% saja. Tidak ada perbedaan berarti, produk tabungan seperti halnya tabungan berjangka tetap diberikan suku bunga dibawah besaran bunga deposito.

Lewat perbedaan besaran bunga tersebut, pastinya Anda akan memperoleh keuntungan yang lebih jika menyimpan dana dalam produk deposito daripada dijadikan tabungan biasa. Contohnya, apabila Anda mempunyai uang 10 juta. Uang tersebut akan lebih baik bila disimpan ke dalam produk deposito, yang mana Anda dapat memperoleh bunga sekitar 3% dalam waktu penyimpanan hanya 1 bulan.

Berkaitan dengan bunga deposito, pada prosesnya Anda juga dapat menginvestasikan bunga dari deposito yang diperoleh melalui Automatic Roll Over. Nantinya nilai bunga investasi Anda dapat semakin bertambah dikarenakan adanya bunga majemuk.

2. Fleksibilitas Pengambilan Dana

Seperti yang diketahui banyak orang, Anda bisa mengambil uang dari tabungan kapanpun Anda mau. Hal tersebut menjadi perbedaan paling mencolok antara deposito dan tabungan. Karena, jika Anda menyimpan dana ke produk deposito tentu Anda tidak dapat mengambil uang sesuka hati sebab untuk produk deposito sudah ada jangka waktu yang telah ditentukan.

Maka dari itu, Anda harus memahami bahwa uang yang disimpan pada deposito tidak dapat dicairkan sesuka hati, akan ada tenor atau jangka waktu yang sudah ditentukan dan wajib dilewati sampai jatuh tempo, setelah itu barulah uang dapat digunakan untuk keperluan apapun.

Berbagai tenor deposito, mulai satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun sampai dua tahun. Perlu diingat, apabila Anda melakukan penarikan sebelum jatuh tempo maka akan ada biaya denda yang wajib dibayar.

Anda mempunyai deposito dengan jangka waktu enam bulan, namun Anda memiliki keperluan mendesak lalu ingin menarik uang tersebut, dimana waktu baru berjalan dua bulan, lalu Anda mengambil uang deposito, maka Anda harus menerima jika terkena penalti atau membayar denda.

Jadi, dengan mengetahui hal tersebut, Anda diharapkan jika ingin menyimpan uang di produk deposito, upayakan dana tersebut merupakan uang yang sekiranya tidak terpakai untuk waktu dekat karena Anda memiliki simpanan lain sebagai pegangan.

3. Tabungan untuk Menabung, Deposito untuk Investasi

Memiliki bunga lebih tinggi dibanding bunga tabungan, membuat deposito dapat dijadikan sebagai produk investasi. Menjadi salah satu produk melakukan investasi, deposito juga sebuah produk investasi dengan resiko paling minim, tapi keuntungannya jika dilihat dari besaran bunganya paling kecil diantara jenis investasi lain seperti reksa dana, obligasi dan saham.

Biasanya, masyarakat memakai deposito untuk keperluan investasi dan menyimpan uang darurat atau uang dipersiapkan untuk pendidikan karena deposito mempunyai risiko investasi begitu rendah serta mudah sekali dipahami daripada instrumen investasi lain berupa obligasi, saham, dan reksa dana.

Untuk Anda yang terbilang awam mengenai investasi, deposito dapat menjadi pilihan awal melakukan investasi. Akan tetapi, untuk Anda yang sudah berpengalaman tentang investasi, produk deposito juga dapat dipilih guna untuk diversifikasi investasi untuk meminimalisir sebuah resiko.

4. Buku Tabungan dan Bilyet

Apabila Anda membuka rekening simpanan atau tabungan, Anda akan memperoleh buku tabungan serta fasilitas kartu ATM/kartu debit sebagai bukti Anda mempunyai tabungan di dalam bank. Anda juga dapat membuka rekening simpanan dengan modal kecil yaitu mulai dari 100 ribu. Setelah itu Anda juga dapat memakai uang yang ada di dalam rekening untuk melakukan berbagai aktivitas transaksi.

Hal tersebut berbeda saat Anda membuka deposito. Ketika membuka deposito Anda memperoleh sebuah bukti yakni bilyet deposito. Bilyet tersebut adalah bukti kepemilikan bahwasannya Anda pemilik uang yang disimpan dalam produk deposito bank.

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini Anda dapat membuat deposito melalui online serta mendapatkan bilyet deposito berupa digital yang akan dikirim melalui email. Agar bisa membuka deposito tentu Anda membutuhkan sejumlah uang tertentu. Biasanya deposito yang diberikan oleh pihak bank dimulai dengan uang sebesar 8 juta sampai 10 juta dan pilihan tenornya juga bervariasi, 1, 3, 6 bulan bahkan 1 tahun.